“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kalimat yang didengungkan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, menunjukkan betapa hebatnya peran pemuda. Beliau percaya bahwa pemuda mampu untuk merubah dunia sebagai agent of change. Tentunya, perubahan yang diinginkan adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Akan tetapi, hanya pemuda-pemuda pilihan sajalah yang mampu untuk memikul tugas berat tersebut. Pemuda seperti apakah yang dimaksud dengan pemuda pilihan tersebut?

Indonesia dalam lima tahun terakhir sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang lambat. Akan tetapi, hal itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan industri e-commerce, dimana industri tersebut justru berkembang sangat signifikan. Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, berharap bahwa nantinya industri e-commerce dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan diprediksi mampu menjadi kekuatan ekonomi baru dunia pada tahun 2020.

National Cooperative Concourse, atau lebih dikenal dengan nama NCC, adalah suatu ajang perlombaan tahunan bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (Kopma UNY). Tujuan utama diadakannya acara ini sebagai sarana untuk menjalin silaturrahmi antar Kopma se-Indonesia. Selain itu, NCC sendiri merupakan salah satu alat untuk mengasah pola pikir pemuda koperasi mengenai pengetahuan yang berhubungan dengan koperasi secara khususnya atau pengetahuan umum lainnya.

Di era yang semakin maju, tentunya koperasi harus mampu mengikuti perkembangan jaman. Apabila koperasi tidak mampu persaing di era digital, bukan tidak mungkin bahwa koperasi akan kalah dengan pelaku bisnis e-commerce di tanah air yang berskala kecil dan menengah (UKM). Sudah menjadi rahasia umum apabila UKM merupakan usaha yang paling tangguh apabila berhadapan dengan krisis ekonomi. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini NCC Kopma UNY 2018 mengangkat tema “Kesiapan Koperasi Menghadapi Era Ekonomi Digital”. Diharapkan koperasi mahasiswa di Indonesia mampu memanfaatkan e-commerce secara maksimal, sehingga koperasi tetap bisa bersaing dengan jenis usaha lainnya.

Acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-6 Mei 2018 ini mempunyai serangkaian acara. Acara yang pertama yaitu Seminar Nasional. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 Mei 2018 di Hotel UNY. Kopma UNY yang bekerja sama dengan Inspira Indonesia mengundang pembicara-pembicara yang hebat sebagai berikut.

  • Dr. Joko Supriyanto, SH.MM.

Seorang owner Dewa Properti Group, Klinik Garuda Husada, Apotek Garuda Parma, Pabrik Plastik Garuda Parasut, Konsultan & Praktisi Properti Nasional, Grand Citra Zamzam 1001 Unit dan masih banyak lagi. Dengan pengalaman yang beliau miliki, tentunya akan banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan. Beliau akan menunjukkan bisnis apa saja yang menguntungkan dan dapat menarik perhatian investor.

  • Achmad Sirojuddin

Beliau adalah seorang CEO dari Inspira Indonesia. Selain itu, beliau juga merupakan salah satu pengusaha muda yang pernah mendapatkan beasiswa pengusaha dari Sandiago Uno. Bersamanya, peserta akan belajar mengenai konsep Crowd Funding dan cara penerapannya.
Dengan adanya seminar nasional, diharapkan peserta dapat memperoleh ilmu baru yang mungkin akan dibutuhkan di masa depan. Selain itu, peserta juga diberikan hak untuk mengajukan proposal business plan. Waktu yang diberikan untuk menyusun proposal maksimal 2 minggu setelah acara berlangsung. Proposal yang terpilih nantinya akan memperoleh modal dari investor dan pastinya pembinaan dari senior yang sudah ahli di bidangnya.

Acara yang kedua yaitu Cerdas Cermat Koperasi yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 Mei 2018 di LPPM UNY setelah berakhirnya acara seminar nasional. Acara yang diikuti oleh delegasi dari masing-masing Kopma se-Indonesia atau mahasiswa umum dari universitas yang ada di Indonesia ini sedikit berbeda dengan acara cerdas cermat pada umumnya. Meskipun hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan, acara ini di-”setting” agar para peserta tetap memiliki jiwa kekeluargan tanpa persaingan antar pesertanya, seperti asas koperasi itu sendiri.
Dalam acara ini, perserta akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang berfokus pada bidang ekonomi terutama koperasi. Kasus-kasus yang terkait dengan koperasi pun dibahas di acara ini. Ditambah lagi, orang-orang yang berkecimpung di dunia koperasi berkumpul di tempat ini. Ada tiga orang hebat yang akan menjadi juri dalam acara NCC 2018 yaitu:

  • Syahbenol Hasibuan

Beliau adalah Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah DIY. Selain itu, alumni dari Fakultas Pertanian UGM ini juga merupakan Dewan Kerajinan Nasional DIY, Kamar Dagang dan Industri (Kadinda) DIY, Staff Pimpinan DPD RI, Ketua Pembina Yapendikopyo (SMK Koperasi Yogyakarta), dan lain sebagainya.

  • Komaruddin Batubara, SE

Seorang praktisi yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus (Presiden Direktur) Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI). Warga Negara Indonesia kelahiran tahun 1975 ini menjabat sebagai Ketua Pengurus sejak Maret 2013. Beliau merupakan lulusan Diploma Fakultas Kedokteran Hewan IPB tahun 1997 dan S1 Ekonomi Manajemen di Universitas Nusa Bangsa Bogor tahun 2014.

  • Dr Siswanto, M.Pd

Dosen Fakultas Ekonomi UNY ini juga merupakan Ketua Koperasi Pegawai Mapan Sejahtera UNY. Selain itu, beliau juga baru saja menyelesaikan S3 Ilmu Pendidikan Konsentrasi IPS pada tahun 2017 lalu.

Sungguh orang-orang hebat bukan yang nantinya hadir dalam acara ini. Sehingga, bukan tidak mungkin apabila banyak sekali ilmu yang sangat bermanfaat akan diperoleh dari acara ini.

Sebagai agent of change, bukankah setiap pemuda harus terus belajar dan belajar untuk memperoleh ilmu yang lebih banyak. Karena ilmu tak harus selalu dicari dari buku, ilmu juga bisa didapat dari pengalaman pribadi maupun dari kehidupan orang lain. Dengan banyaknya ilmu, banyak hal juga yang bisa didapatkan oleh seseorang. Dengan adanya acara ini diharapkan mampu untuk mempersiapkan para pemuda terutama pemuda koperasi menjadi agent of change yang dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di bidang ekonomi maupun bidang lainnya. (FNA/MPI Kopma UNY 2018)

Referensi :
https://kominfo.go.id

 

Print Friendly, PDF & Email